My Flashback - Part 2
Saturday, September 8th, 2007Yang ketiga ini ga kalah hebat. Memang awalnya cmn pelampiasan, dan
dia juga tenangnya bilang kalo satu satunya alasan dia mau pacaran ama
aku karena "dicintai lbh indah daripada mencintai" pendeknya dia merasa
aku mencintai dia, karena itu dia mau pacaran. Berjalanlah "kisah
cinta" yang tanpa cinta itu, tapi bener bener indah saat kami berdua
belajar menumbuhkan cinta di antara kami. Waktu aku sudah ga peduli
lagi dicerca temen temen karena pacarku kali ini ga "secantik" yang
dulu dulu. Waktu aku ga peduli lagi ama masa depan karena pacarku kali
ini kena Leukimia akut dan bisa meninggalkanku kapan saja dalam
kehampaan. Waktu aku ga peduli lagi dengan umurnya yang lbh tua. Waktu
aku ga peduli lagi dengan apapun yang dulunya sangat aku pedulikan.
Buat aku itu semua ga ada artinya dibandingkan kemauan untuk belajar
saling mencintai.
Ternyata setelah itu aku tahu bahwa ada temen
dekatnya yang mencintai dia tapi keduluan aku. Dan dia juga temen
deketku yang kepadanya kutitipkan pacarku (soalnya ga seSMU). Singkat
cerita akhirnya aku tau kalo mereka sering jalan berdua di belakangku,
bener bener aku kecewa, aku datengi temenku aku bilang "Ga pa pa kalo
masih suka tapi tolong hargai statusnya". Akhirnya cinta itupun kandas
dan ga sampe 1 bln mantan pacarku ini sudah pacaran ama temen deketku.
Dan perasaanku ? Jelas tercabik cabik karena seberapapun aku berusaha
mengingkarinya aku ga bisa menolak kenyataan bahwa aku sudah "lulus"
belajar mencintainya.
Well bayangin, dari 3 kali pacaran 3-3nya selesai karena cowo lain
!! menurut kalian gimana rasanya ? Sakit … cuma kata itu yang bisa
menggambarkannya. Sampai sekarangpun rasa sakit itu masih membekas. Aku
bingung… kenapa semua ini bisa terjadi… Tapi waktu itu cita citaku
cmn 1 "Aku akan menjadi cowo yang ga akan bisa disaingin ama cowo lain"
tujuannya cmn 1, aku ga mau DIDUAKAN. Segala cara mulai kulakukan,
segala pengetahuan yang bisa diserap aku serap, mulai dari Chicken
Soup, Salad Days, dan banyak lagi buku lainnya.
Beginilah aku sekarang, pengetahuan-pengetahuan itu sudah membuat
aku mudah mengerti perasaan cewe, mudah mengerti jalan pemikiran cewe,
menstimulasi kerja otak yang mengkontrol emosiku sehingga aku bisa
dapetin beribu cara romantis untuk keadaan apapun. Tapi kalo aku boleh
jujur …. Aku rela menukarkan semua pengetahuan yang aku miliki
sekarang dengan aku tidak pernah dilukai oleh cinta. Harga yang aku
bayar untuk banyak mengerti tentang wanita… adalah rasa sakit. Aku
berharap kalian ga akan pernah membayar harga yang sama, setidaknya
tidak sebesar harga yang aku bayar ^^
Untuk seorang di luar sana yang pernah berpikir untuk menduakan
kekasihnya "Terbaik adalah bukan tentang apa yang kamu rasakan,
melainkan tentang apa yang sudah dia berikan, ketika dia sudah berikan
apa yang terbaik dari dalam dirinya untukmu itu berarti dialah yang
terbaik untukmu"
Untuk yang blon mengerti arti kata kata di atas coba renungkan lagi, baca berulang-ulang dan dapatkan maknanya untuk hubunganmu.
Titip
doakan aku supaya aku bisa menjalani kisah cintaku ini dengan baik,
doakan ga ada lage cinta berikutnya untuk aku "David Boy Tonara"
ataupun untuk dia -bidadariku "Grace Nofiani"
Berikan seluruh cintamu untuk orang yang layak menerima cintamu.
Jika kamu tidak rela untuk memberikan 100% cintamu, jangan pernah
berikan cintamu.