Renungan 17 November 2007
Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad
19,
memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain
biola dengan diiringi orkestra penuh.
Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai
membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang
sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya
meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton
melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri
dan berteriak,"Hebat, hebat."
Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk
duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu
senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat
pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.
Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar" Dia
menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari
lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum
pada kejadian ini.
Renungan :
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal
yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu
banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala
sesuatu yang kita tidak dapat ubah.
Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup
Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian,
janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya
itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.
Buktikan apakah persoalan yang mengalahkan anda ataukah anda yang mengalahkan persoalan ?
Credit to aristian
November 17th, 2007 at 6:32 am
special for ko Tanto “Aku harap ko Tanto baca renungan ini dan kembali semangat ko”
November 17th, 2007 at 6:58 pm
emang ko Tanto kenapa yaaa?? ^^
cayo2 semua. GBU
November 21st, 2007 at 2:48 am
hehehe, seandainya semua berjalan seperti yang kita bayangkan ya boy, pasti hidup ini jadi lebih asoy geboy amoy, hhh susah
November 21st, 2007 at 6:30 am
kalo semua berjalan seperti yang kita inginkan maka hidup orang percaya ga akan lbh indah dari hidup orang yang tidak percaya.
Justru orang percaya itu akan tetap memainkan musik yang indah walaupun senar dari biola yang dia mainkan putus 1 per 1
Karena…. Tuhan yang menuntun tangannya untuk terus memainkan biolanya ^^
GBU all
November 21st, 2007 at 4:53 pm
ya ya ya….. (sinis level