Renungan 24 November 2007

Kisah 1000 Hari Sabtu

Shared by Rick of Kingston , NY

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .

"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Tuhan telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan
lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".

"Lho, ada apa ini…?", tanyanya tersenyum.

"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."

HAVE A GREAT WEEKEND AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

MORAL CERITA :
Pernahkah kita berpikir bahwa hidup itu juga adalah anugerah ? Bahkan anugerah yang lebih besar daripada pacar, kemampuan berbicara dengan sempurna, jabatan, uang atau hal2 lain yang lebih remeh ? Mana yang lbh sering kita lakukan ? Bersyukur atas anugrahnya yang besar itu atau mengeluh atas hal2 lain yang lebih remeh yang kita rasa mengganggu ?

SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama
kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain. Apakah postingan bulbo anda dengan kalimat2 kutukan itu bermanfaat bagi orang lain ?

Tulisan berwarna lain itu juga sebagai tanggapan atas bulbo yang sedang jadi pembicaraan hari hari ini

8 Responses to “Renungan 24 November 2007”

  1. Kristian Says:

    “Tulisan berwarna lain itu juga sebagai tanggapan atas bulbo yang sedang jadi pembicaraan hari hari ini”

    bulbo mana yg dimaksud? ^^ heheh…

    btw, hampir sama kaya artikel “alergi hidup” ya?
    artikel ini juga yg menginspirasiku buat selalu beri yang terbaik hari ini, sapa yg tahu mungkin besok aku dah ga bisa beri yang terbaik ^^.

    have a nice saturday..

    - GBU -

  2. xand Says:

    kemampuan berbicara dengan sempurna –> ini nyindir ya boy, gyagyagyagya

  3. Agus Says:

    Hmmm, rasanya sebaiknya sekarang saya mulai perlu berpikir mau melakukan apa setiap sabtu. Thanks for the inspiration. :)

  4. David Boy Says:

    @Kris : Yup rada mirip mirip gitu ^^ tp ini lbh dalem karena kadang orang yang “tidak alergi hidup” ternyata blon menjalani hidupnya dengan maximal

    @ko xand : tergantung jawaban dari pertanyaan Mana yang lbh sering kita lakukan ? Bersyukur atas anugrahnya yang besar itu atau mengeluh atas hal2 lain yang lebih remeh yang kita rasa mengganggu ?

    @Agus : Inilah sedikit dari yang saya bisa lakukan tiap sabtu. Membuat renungan -> semoga ini berguna untuk anda semua. Artikel ini juga yang membuat saya meluangkan waktu sibuk saya sabtu ini sekadar untuk berjumpa dan makan bersama dengan anak anak kelas A ^^

  5. xand Says:

    boy aku mau tanya cara’e bikin strep-strep dgn bagus yak apa seh, aku swt bgt pek dgn strep-strep di fs blog iki, ngerti maksdku kan :
    - bla bla
    - bla bla

  6. Kristian Says:

    wew.. ini renungan ko.. bukan tutorial buat indent ^^ hehehe..

  7. David Boy Says:

    tutorial di YM ya ko ^^
    makae ketok-o lek online ^^

  8. xand Says:

    to kristi : biarin aja wek liat buktinya skrg aku bs buat strep2 dgn cantik n menawan gyagyagya
    to boy : halah boy koyok km ga invi’ae klo ol gyagyagya

Leave a Reply