This December

December 22nd, 2007 by diboy

Banyak hal terjadi di bulan December ini..
Mulai dari hal menyedihkan …
Hal menyenangkan ….
Sehat …
Sakit …
Disalah ngerti …
Salah ngerti …
Memotivasi …
Dimotivasi …

Apa harapanmu untuk tahun depan ?
:: Kalo sekarang aku ditanya soal ini

  • Harapan jangka pendek ( Januari sampe April )
    Diklat PD sukses
    TA selesai
    Vals Day STTS sukses
    Dapet inspirasi mo ngrayain Vals Day cara apa
  • Harapan jangka menengah ( Mei sampe Agustus )
    Udah mulai kerja
    Bisa liat para panitia PK yang dulu kupersiapkan sukses
    Bisa liat pengurus PD yang kupersiapkan bln Januari sukses
    Isa bikin reuni SMP Kr Petra 5 ( miss u all )
  • Harapan jangka panjang ( September sampe Desember )
    Wisuda
    Tunangan ^^
    Isa tetep rajin bikin renungan Sabtu dengan motivasi yang benar

Untuk sahabatku ( kamu tahu betapa berharganya dirimu untukku )
Thanx untuk semua motivasimu selama ini, Untuk semua waktu yang kamu sediakan untuk aku isa cerita cerita sama kamu, untuk mengajarkan aku makna keterbukaan

Untuk honeyku
Aku sayang kamu …, aku tahu aku banyak kelemahan sebagai kekasih, thx udah nerima aku apa adanya. Aku harap kita bisa merajut mimpi kita bersama …

Untuk panitia diklat
Semangat, Jumlah kita memang sedikit tapi Jika Allah di pihak kita, siapa dapat melawan ? KITA LEBIH .. LEBIH DARI PEMENANG…

Untuk peserta diklat
Untuk kali ini ae percayalah sama aku, ga mungkin aku nglakuin ini semua kalo intine cuman pengen mlonco kalian. Aku ga segitu nganggur-e rek. Untuk survey diklat kalian ae ada 2 orang sakit lumayan parah yang mengorbankan waktu istirahatnya untuk kalian. Doakan juga semoga diklat ini bisa sukses

Untuk arek arek D’Starz GBT Kristus Pengasih
Ayo bung ini bukan waktunya santai, ini waktunya gila2an untuk Tuhan. BANGKIT !! Reformasi !!

Untuk orang2 yang merasa pernah kumotivasi
Kata kata motivasi itu hanyalah akan menjadi kata-kata kalau kalian tidak memotivasi orang lain lagi. Ayo kalian punya potensi yang besar, jangan batasi diri kalian. Aku selalu siap kalau kalian butuh sesuatu

Untuk orang2 SMCC
Thanx for all coba wa sebutin deh ^^ Kong Angga atas semua pemuridannya baik yang offline maupun yang online, Ko Anton atas diskusi mobilenya dan untuk membuka pemikiranku tentang usher, Ko Jeff yang udah mau spare waktu buat kasih kata kata pengantar di komselku it means so much lho ko, Tante Anna yang selalu menerimaku dengan senyuman manis (apalagi waktu tau aku bawa upeti) wkwkwkw, Bang Junus yang selalu membukakan pintu buat aku (ceileee hiperbola soro wkwkwk), juga Ko David, Kong Budi, Ko Wendy, Ce Otha, dan yang lain yang belum kusebut … Lain kali aku bawa upeti lagi deh ^^

Untuk orang2 yang pernah kecewa sama aku
Sorry, aku udah kecewain kalian. Aku selalu siap kapanpun kalian mo komplain atas tindakanku selama ini, dan aku janji aku akan berusaha semampuku untuk berubah.

Untuk anak anak SMP Kr Petra 5 Tahun ku…
REUNI YUK !!

Renungan 22 Desember 2007

December 22nd, 2007 by diboy

Kisah nyata ini terjadi di malam Natal pada saat perang dunia
ke-satu di tahun 1914, tepatnya di front perang bagian barat di Eropa.
Pada saat tersebut tentara Perancis, Inggris dan Jerman saling baku
tembak satu dengan yang lain.

Di malam Natal yang dingin dan gelap begini, hampir setiap prajurit
merasa sudah bosan dan muak untuk berperang, apalagi telah berbulan
bulan mereka meninggalkan rumah mereka, jauh dari istri, anak maupun
orang tuanya.

Pada malam Natal biasanya mereka selalu berkumpul bersama dengan
seluruh anggota keluarganya masing-masing, makan bersama, bahkan
menyanyi bersama di bawah pohon terang di hadapan tungku api yang
hangat.

Berbeda dengan malam Natal yang sekarang ini, di mana cuaca di luar
sangat dingin sekali dan saljupun turun dengan lebatnya, mereka
bukannya berada di antara anggota keluarga yang mereka kasihi,
melainkan berada di hadapan musuh perang mereka yang setiap saat
bersedia untuk menembak mati siapa saja yang bergerak.

Tiada hadiah yang menunggu selainnya peluru dari senapan musuh,
bahkan persediaan makananpun sudah berkurang jauh, sehingga hari inipun
hampir seharian penuh mereka belum makan. Pakaianpun basah kuyup karena
turunnya salju. Biasanya mereka berada di lingkungan suasana yang
hangat dan bersih, tetapi kali ini mereka berada di dalam lubang parit,
seperti layaknya seekor tikus, boro-boro bisa mandi dan berpakaian
bersih, tempat di mana mereka berada sekarang inipun basah, becek penuh
dengan lumpur. Mereka menggigil kedinginan. Rasanya tiada keinginan
yang lebih besar pada saat ini selainnya rasa damai untuk bisa
berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi.

Seorang tentara sedang merintih kesakitan karena barusan saja
terkena tembakan, sedangkan tentara lainnya menggigil kedinginan,
bahkan pimpinan mereka yang biasanya keras dan tegas entah kenapa pada
malam ini kelihatannya sangat sedih sekali, terlihat air matanya turun
berlinang, rupanya ia teringat akan istri dan bayinya yang baru berusia
enam bulan. Kapankah perang ini akan berakhir ? Kapankah mereka akan
bisa pulang kembali ke rumahnya masing-masing ? Kapankah mereka bisa
memeluk lagi orang orang yang mereka kasihi ? Dan masih merupakan satu
pertanyaan besar pula, apakah mereka bisa pulang dengan selamat dan
berkumpul kembali dengan istri dan anak - anaknya ? Entahlah…

Tidak sepatah katapun terdengar. Suasana malam yang gelap dan dingin
terasa hening dan sepi sekali, masing-masing teringat dan memikirkan
keluarganya sendiri. Selama berjam-jam mereka duduk membisu seperti
demikian.

Tiba-tiba dari arah depan di front Jerman, ada cahaya kecil yang
timbul dan bergoyang, cahaya tersebut kelihatan semakin nyata. Rupanya
ada seorang prajurit Jerman yang telah membuat pohon Natal kecil yang
diangkat ke atas dari parit tempat persembunyian mereka, sehingga
nampak oleh seluruh prajurit di front tersebut.

Pada saat yang bersamaan terdengar alunan lembut suara lagu Stille
Nacht, heilige Nacht" (Malam Kudus), yang pada awalnya hanya
sayup-sayup kedengarannya, tetapi semakin lama lagu yang dinyanyikan
tersebut semakin jelas dan semakin keras terdengar, sehingga membuat
para pendengarnya merinding dan merasa pilu karena teringat akan
anggota keluarganya yang berada jauh dari medan perang ini.

Ternyata seorang prajurit Jerman yang bernama Sprink yang
menyanyikan lagu tersebut dengan suara yang sangat indah, bersih, dan
merdu. Prajurit Sprink tersebut sebelumnya ia dikirim ke medan perang
adalah seorang penyanyi tenor opera yang terkenal. Rupanya suasana
keheningan dan gelapnya malam Natal tersebut telah mendorong dia untuk
melepaskan emosinya dengan menyanyikan lagu tersebut, walaupun ia
mengetahui dengan menyanyikan lagu tersebut, prajurit musuh bisa
mengetahui tempat di mana mereka berada.

Ia bukan hanya sekedar menyanyi dalam tempat persembunyiannya saja,
ia berdiri tegak, tidak membungkuk lagi, bahkan ia naik ke atas
sehingga dapat terlihat dengan nyata oleh semua musuh - musuhnya.
Melalui nyanyian tersebut ia ingin membawakan kabar gembira sambil
mengingatkan kembali makna dari Natal ini, ialah untuk berbagi rasa
damai dan kasih. Untuk ini ia bersedia mengorbankan jiwanya, ia
bersedia mati ditembak oleh musuhnya. Tetapi apa yang terjadi, apakah
ia ditembak mati ?

Tidak! Entah kenapa seakan-akan ada mukjizat yang terjadi, sebab
pada saat yang bersamaan semua prajurit yang ada di situ turut keluar
dari tempat persembunyiannya masing-masing, dan mereka mulai
menyanyikannya bersama. Bahkan seorang tentara Inggris musuh beratnya
Jerman, turut mengiringi mereka menyanyi sambil meniup dua peniup
bagpipes (alat musik Skotlandia) yang dibawanya khusus ke medan perang.
Mereka menyanyikan lagu Malam Kudus ini dengan rasa pilu dan air mata
yang turun berlinang.

Yang tadinya lawan sekarang menjadi kawan, sambil saling berpelukan
mereka menyanyikan bersama lagu Malam Kudus dalam bahasanya masing -
masing, di sinilah rasa damai dan sukacita benar - benar terjadi.
Setelah itu, mereka meneruskan menyanyi bersama dengan lagu Adeste
Fideles (Hai Mari Berhimpun), mereka berhimpun bersama, tidak ada lagi
perbedaan pangkat, derajat, usia maupun bangsa, bahkan perasaan
bermusuhanpun hilang dengan sendirinya.

Mereka berhimpun bersama dengan musuh mereka yang seyogianya harus
saling tembak, membunuh satu dengan yang lain, tetapi entah kenapa
dalam suasana Natal tersebut mereka ternyata bisa berkumpul dan
menyembah bersama kelahiran-Nya, Sang Juru Selamat. Rupanya inilah
mukjizat Natal yang benar - benar bisa membawa suasana damai di malam
yang suci.

Ada orang orang yang dalam keadaan perang dapat menemukan damai lewat Natal tetapi di lain sisi ada orang² yang justru saling menyakiti, saling tersinggung dalam suasana Natal. Mungkin itu anda yang sekarang sedang melayani di kebaktian Natal. Mungkin itu anda yang sekarang sedang duduk di kebaktian Natal. Mungkin itu anda yang sedang berdiam mempersiapkan kotbah atau sedang menyampaikan Firman Tuhan. Natal harusnya membawa damai, sudahkah damai itu anda rasakan ?

Renungan 15 Desember 2007

December 15th, 2007 by diboy

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan memberikan training di
Bandung . Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya berangkat dari
Jakarta pukul 9.30 .. Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di
belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan
kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan
kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. Jika mobil di depannya
tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke
kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik dengan
cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya membuntuti mobil
tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk
kecepatannya.

Ketika tidak ada mobil lain di tol, kecuali mobil tersebut
dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah kecepatannya. Karena
sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 160 km/jam.
Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh adalah
140 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu. Tapi dengan adanya
mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya.
Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat, saya kehilangan mobil hitam
tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk
berlari 160 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut
tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian
ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya
buntuti, saya bisa masuk lagi ke 160 km/jam dengan durasi yang cukup
lama.

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal
melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang
lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih
hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach, seorang
mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik lagi.

Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan
mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada
di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya jika kita
sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan 5
orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa
menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki tersebut. Jika orang-orang
di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk
melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tetapi di
sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar
biasa.

Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata ada. Di dalam otak
manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang
bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika di
sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita akan
meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau
sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru yang sebaliknya.

  • Siapa mobil hitam yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan
    anda selama ini ?
  • Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda ikuti agar bisa
    menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda ?

Temukan orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang
dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang,
bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya, maka
anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup anda !

Step Up, Live Life to the Max and Make Your Dreams Come True !

Norman Firman, MM., MBA., CBA
Science for Success Expert

Satu hal yang saya dapatkan dari artikel ini adalah, tidak mungkin adalah kebetulan kamu bertemu seseorang pagi ini/hari ini/ dalam chat yang mungkin sedang kamu lakukan sekarang. Harusnya km adalah sparring partner yang membuat orang di sekitarmu terpacu menembus batasnya. Ataukah kamu memilih untuk menjadi sekadar seseorang yang "biasa" ? Atau bahkan mengintimidasi orang2 di sekitarmu sehingga mereka tidak dapat mengeluarkan yang terbaik dari dirinya ?

Hanya kamu yang tahu

NOT YET !!

December 12th, 2007 by diboy

Belum…
Aku cmn mau bilang aku belum menyerah
Mungkin memang cintaku ga sempurna
Memang cintaku tersakiti
Tapi aku kenal sosok yang dapat mengobati seluruh luka hati
Yesusku
Orang bilang aku bodoh…
Orang bilang aku naif….
Aku bilang ini CINTA
Selama nafas ini belum berhenti berhembus
Selama jantung ini belum berhenti berdetak
Selama darah ini belum berhenti mengalir
Aku akan tetap mengagungkan cinta
Aku akan tetap berjuang demi cinta

MEMANG CINTA SEMACAM INI HANYA TERDAPAT DI MUSEUM
DAN SAYANGNYA AKU SALAH SATU ORANG YANG MASIH TINGGAL DI MUSEUM ITU

thx to my Jesus
thx to all my friend
esp : Yulia, ko Xand, Onnes, Raquel ^^ thx so much ^^

"I can do all things through Christ which strengtheneth me."
Philippians 4 : 13

Its come to an end ?

December 10th, 2007 by diboy

4 tahun perjalanan ini berlalu
banyak tawa
banyak tangis
banyak suka dan duka

Hari ini aku berpikir….
Mungkin selama ini aku terlalu naif
Selama ini aku berpikir cinta adalah jembatan segala perbedaan
Perbedaan status sosial, perbedaan suku, perbedaan kebiasaan dalam keluarga

Ternyata cinta adalah sesosok lembut yang terhimpit oleh dinding dinding perbedaan
Sosok lembut itu bisa terluka sayang
Terluka dengan meninggalkan bekas goresan goresan

Apa ini saatnya meninggalkan segala kenaifanku ?
Apa ini saatnya aku berpikir bahwa cinta juga harus melihat segala keadaan dan perbedaan yang menghimpitnya ?

Aku pikir aku tau banyak tentang cinta
Ternyata aku ga tau sedikitpun…..
Yang aku tau cuman cinta suci yang menjadi jembatan segala perbedaan
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..

TETAPI TERNYATA CINTA SEMACAM ITU SUDAH PUNAH ….
KALAU MEMANG SANGAT INGIN MELIHAT CINTA SEMACAM ITU
COBA CARI DI MUSEUM, KALAU KM BERUNTUNG MUNGKIN KM MASIH BISA MELIHATNYA

Renungan 08 Desember 2007

December 8th, 2007 by diboy

Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?.

Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya… ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.

Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak.

"Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman,atau sekilas "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".

Pelajaran Penting ke-2 Penumpang yang Kehujanan

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin numpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :

"Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujantidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku.Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat… hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dantidak mementingkan dirimu pada saat itu"

Tertanda
Ny.Nat King Cole.

Catatan :
Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

Pelajaran penting ke-3

Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.

Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,… harga satu ice creamsundae?" katanya. "50 sen…" balas si pelayan. Si anak kemudianmengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya…."Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambiluring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.

"Bu… saya pesen yang ice cream biasa saja ya…" ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang"layak"

……

Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.

Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.

Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya,ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja.

Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.

Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan,tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut…. asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar…katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter… ?"

Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah…bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya….

5 pelajaran penting dalam kehidupan

  1. Setiap kesempatan untuk bertemu siapapun dalam kehidupanmu adalah anugerah, mereka semua PENTING !!
  2. Belajarlah bagaimana memperhatikan dan memberi bantuan pada orang orang yang kamu temui siapapun dia
  3. Jangan berpikir negatif, karena pikiran negatif akan membuat anda mengalami penyesalan terdalam.
  4. Bahwa pada dalam setiap rintangan,tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
  5. Ingatlah bahwa hidup kita adalah untuk memberi, kita diciptakan untuk orang di sekitar kita, bantulah dengan tulus, apa arti pemberian kita dibandingkan hidup kita ?

Renungan 01 Desember 2007

November 30th, 2007 by diboy

Delapan
Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat
manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru
sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini
justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah
energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak
laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil
memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak
lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan
hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan.
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera.
Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging
ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang
aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan
sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu
pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan
hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di
kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih
bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel
kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu
masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak,
aku tidak capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian.
Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan
gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi
lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku
dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh
yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih
kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak
haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai
ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai
kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah.
Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada
seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku
baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah
melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat
mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ———-KEBOHONGAN
IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja,
ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk
pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan
sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak
mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
"Saya punya duit" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh
gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di
sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang
lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika.
Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata
kepadaku "Aku tidak terbiasa" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda
tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan.
Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang
ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku
sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil
berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi
seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,
aku tidak kesakitan" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya
untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh
dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan
ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu
mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita.
Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan
atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita
semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah
makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini
benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih
mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.
Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Renungan 24 November 2007

November 23rd, 2007 by diboy

Kisah 1000 Hari Sabtu

Shared by Rick of Kingston , NY

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .

"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Tuhan telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan
lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".

"Lho, ada apa ini…?", tanyanya tersenyum.

"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."

HAVE A GREAT WEEKEND AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

MORAL CERITA :
Pernahkah kita berpikir bahwa hidup itu juga adalah anugerah ? Bahkan anugerah yang lebih besar daripada pacar, kemampuan berbicara dengan sempurna, jabatan, uang atau hal2 lain yang lebih remeh ? Mana yang lbh sering kita lakukan ? Bersyukur atas anugrahnya yang besar itu atau mengeluh atas hal2 lain yang lebih remeh yang kita rasa mengganggu ?

SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama
kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain. Apakah postingan bulbo anda dengan kalimat2 kutukan itu bermanfaat bagi orang lain ?

Tulisan berwarna lain itu juga sebagai tanggapan atas bulbo yang sedang jadi pembicaraan hari hari ini

Kalo aku jadi …..

November 21st, 2007 by diboy

Blog kali ini bukan renungan ^^
Karena udah jarang buat blog yang ringan ringan sekarang ini mo buat, terlalu ringan juga engga’, ini postingan tentang impian liar seorang laki2 berumur 22 tahun.
Kalo aku jadi….. WALIKOTA SURABAYA
Banyak kita cmn bisa bilang Walikota Surabaya ga becus, macet di mana mana, panassss, polusi di mana mana, kalo udah mau pilwali baru semua diperbaiki. Tanpa kita turut berpikir tentang Surabaya dan cara mengatasi masalah yang timbul di kota tercinta kita ini (walaupun mungkin anda cmn jadi pendatang).

berhenti sejenak…. berpikir

OK,
Rencana dekat

  1. Aku akan menghilangkan biaya study banding / whatever itu ke luar negeri, karena menurutku kalau mau belajar ga harus dateng ke sana dan datengpun cukup 1 orang ga perlu bawa adik, kakak, teteh, anak, istri, teman, kakaknya teman, temannya temannya teman… -_-a
  2. Perbanyak tanaman/tumbuhan hijau di surabaya. How ? Where? Perijinan pembangunan mulai David Boy Tonara ini menjabat akan diberikan ketika pembangun sudah menyediakan minimal 5% di area yang akan dibangunnya itu untuk menjadi area tumbuhan hijau. Pengusaha jgn cmn bisanya mikir untung doank !! 5% itu dikit om PPN aja 10%. Peraturan ini termasuk Ruko, Restaurant, Plaza, Mall, dan Gedung Pemerintahan
  3. Naikkan gaji pegawai negeri, tetapi dengan permintaan balik Ga ada Pegawai Negeri yang ke Plaza waktu jam kerja, Ga ada Pegawai Negeri yang tutup kerjaan sebelum waktunya, Ga ada Pegawai Negeri yang cari ceperan, Ga ada Pegawai Negeri yang korupsi. Well paling ngga menurutku percuma kalo kita cmn gembar gembor no korupsi tapi gaji mereka ga dinaekkin menurutku ga pas timbal baliknya.
  4. Seluruh bangunan di jalan2 protokol (A.Yani, Basuki Rahmat, Darmo) harus menyediakan 2 meter untuk trotoar (mau bikin sidewalk gitu ^^)
  5. Sweeping mobil mobil diesel dan angkutan umum yang udah ga layak jalan, indikasinya adalah kentut berwarna hitam pekat yang keluar dari pantat (aka knalpot) mereka.
  6. Ga ada lagi APBN buat Persebaya, Sorry wa juga suka sepak bola man tapi untuk membiayai klub maaf saja. Kalo mau anda cari sponsor. Seandainya saya ada uang lbh akan saya kasih bonus untuk pemain dari KANTONG SAYA PRIBADI. Fasilitas Rakyat lbh membutuhkan dana APBN sekarang ini daripada kebutuhan anda untuk mendatangkan + membiayai gaji pemain asing. ~.~

Rencana Jangka Menengah

  1. Buat kereta Subway untuk mengatasi kemacetan (Bukan BusWay kayak di Jakarta yang malah makan jalan dan jadinya malah bikin macet) dan saya akan tenderkan dengan catatan ga perlu kasih saya uang apa apa (ga kayak Mantan Gub DKI yang kabarnya dapet 10jt per 10km) selama barang bermutu dan harga sesuai maka lakukan.
  2. Buat jadwal untuk mobil2 yang berlalu lalang di jalan jalan tertentu (jalan yang rawan kemacetan, dalam hal ini A.Yani, Darmo, Basuki Rahmat) Rencananya kayak gini :
    • Mobil dengan digit terakhir plat nomor 0,1 tidak boleh berlalu lalang di jalan itu pada hari Senin (kalau melanggar tilang)
    • Mobil dengan digit terakhir plat nomor 2,3 tidak boleh berlalu lalang di jalan itu pada hari Selasa (kalau melanggar tilang)
    • dst…
    • Mobil dengan digit terakhir plat nomor 0,1,2,3,4 tidak boleh berlalu lalang di jalan itu pada hari Sabtu
    • Mobil dengan digit terakhir plat nomor 5,6,7,8,9 tidak boleh berlalu lalang di jalan itu pada hari Minggu
    • Tapi tetap ada solusinya bro, Ada subway untuk anda, ada jalan alternatif dan ada angkutan umum yang tentunya sudah diperbaiki fasilitasnya
    • Angkutan kota (plat kuning)boleh berlalu lalang sepanjang minggu
    • Plat Nomor luar kota (selain L) silahkan gunakan jalan alternatif (jika melanggar ditunjukkan tempat parkir untuk subway dan dipersilahkan menggunakan kereta bawah tanah)

    Saat peraturan ini diberlakukan diharapkan Surabaya sudah menjadi tujuan wisata belanja dan makan seperti Singapura dan ditunjang dengan pembangunan taman taman kota dan patung patung serta lampu lampu kota sebagai penunjang

  3. Adakan pusat pelatihan tenaga kerja. Tempat ini sebagai pelatihan tenaga kerja kasar juga sebagai tempat penampung lapangan pekerjaan kasar misal (melipat dus, membungkus permen, melipat amplop, me-lem perangko) dengan kata lain penampung pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siapa saja
  4. Buat semacam Hall of Fame di side walk, tetapi yang tertulis namanya atau cap tangannya di sini adalah orang orang yang berjasa untuk kemajuan kota Surabaya contoh : Bung Tomo, Dahlan Iskan, Azrul Ananda (tentunya nama saya belum layak dimasukkan sini)

Rencana Jangka Panjang

  1. Basmi gelandangan dan pengemis di jalan jalan wkwkwk dalam arti masukkan ke pusat pelatihan tenaga kerja, khan sudah ada ^^.
  2. Bangun Kenjeran menjadi tempat tujuan wisata, lbh seperti Benoa daripada WBL.
  3. Bangun menara di pusat kota Surabaya untuk melihat pemandangan kota surabaya dari atas.

    saat ini diharapkan surabaya sudah menjadi tujuan wisata bukan hanya wisata perbelanjaan tetapi wisata bahari juga wisata landscape dan tentunya Surabaya akan jadi surga untuk para photographer dan nantinya kita akan lihat di kalender2 yang dijual di luar negeri salah satunya ada gambar pemandangan entah itu pantai di Surabaya atau pemandangan dari menara di Surabaya.

Yah sekian dulu hasil pemikiran dari seorang mahasiswa dalam rehatnya mengerjakan TA. Inilah mimpi liarku, aku tulis di blog supaya aku tetap ingat dan orang bisa mengingatkan aku kalau aku tidak melakukannya di kemudian hari waktu aku terpilih menjadi Walikota Surabaya. Ada yang mau calonkan aku jadi Walikota Surabaya ? ^^
Viva Surabaya !!

Surabaya, 21 November 2007

David Boy Tonara
Seorang mahasiswa yang baru bisa bermimpi

:: seseorang tidak akan menjadi lebih hebat daripada mimpinya, karena itu milikilah mimpi dan fokuskan dirimu untuk menggapainya
:: kok post ini jadinya lbh berat daripada posting laennya ya ^^ wkwkwkwkwk gpp lah thx udah membaca ^^

Renungan 17 November 2007

November 17th, 2007 by diboy

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad
19,
memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain
biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai
membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang
sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya
meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton
melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri
dan berteriak,"Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk
duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu
senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat
pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar" Dia
menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari
lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum
pada kejadian ini.

Renungan :

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal
yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu
banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala
sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup
Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian,
janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya
itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.

Buktikan apakah persoalan yang mengalahkan anda ataukah anda yang mengalahkan persoalan ?

 

Credit to aristian